BANDAR LAMPUNG– Lamban Gedung Kuning merupakan rumahnya tokoh adat Lampung Dang Ike Edwin yang dijadikan rumah budayannKunjungan ini diselenggarakan sebagai ajang untuk mempererat hubungan antar komunitas sekaligus menghargai warisan budaya lokal yang ada di provinsi Lampung. Jumat, (31/01/2025).nnAcara yang berlangsung penuh makna, para anggota FKIISBS disambut dengan penuh kehangatan oleh Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., mantan Kapolda Lampung yang juga merupakan tokoh adat Lampung. nnSuasana silaturahmi semakin kental dengan penyambutan berupa tarian tradisional dari Gham Bebai Lampung, yang menyimbolkan hasil panen raya. nnTak hanya itu, para tamu juga disuguhkan dengan jamuan makan durian, buah khas Lampung yang sangat disukai oleh masyarakat setempat dan makanan khas Lampung Sekubal. nnDalam kesempatan tersebut, Dang Ike (sapaan akrab H. Ike Edwin) memberikan pesan penting mengenai kebersamaan dan pentingnya menjaga budaya lokal. nn“Kunjungan ini bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap warisan budaya Lampung yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kita. Sebagai generasi penerus, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan budaya ini agar tetap hidup dan berkembang,” ujar Ike Edwin dalam sambutannya.nnPiil yang ada di bahasa Lampung itu berasal dari bahasa Arab artinya komitmennya orang Lampung, “Tambah Dang Ike. nnForum komunikasi ibu-ibu Sumatera bagian Selatan yang diketuai oleh Ibu Hj. Yuliantina AL Mega, mengucapkan, ” Terima kasih banyak kepada Dang Ike telah menyambut kami dengan baik dan luar biasa, “ujar Ibu Yuliantina. nnFKIISBS telah berdiri dari 13 Oktober 2023 namun Desember 2024 surat menyurat baru selesai. nnOrganisasi ini sudah ada di lima provinsi diantaranya : provinsi Lampung, Palembang, Jambi, Riau dan Bangka Belitung, “tambah Yuliantina. nnTujuan organisasi ini adalah untuk kolaborasi dengan semua pihak mari bersama kita lestarikan budaya kita yang penuh ragam dan kita pupuk persaudaraan, “tutupnya.(zld)
